top of page
Search

Apa Benar Hacker Selalu Jahat? Kenali Jenis dan Cara Kerjanya

  • Writer: Isyhari M
    Isyhari M
  • 23 hours ago
  • 7 min read

Kita mungkin sudah tidak asing dengan istilah-istilah yang berhubungan dengan dunia digital. Mulai dari cybercrime, scamming, hingga hacker. Namun, apakah Anda sudah memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan hacker?


Menariknya, ternyata tidak semua hacker memiliki tujuan yang sama. Ada sebagian yang berperan membantu menguji keamanan sistem. Ada sebagian lainnya yang justru memanfaatkan celah keamanan untuk kepentingan pribadi. Perbedaan inilah yang sering membuat banyak orang salah memahami istlitah hacker. 


Sebelum membahas jenis, cara kerja, target yang diserang hingga cara mencegahnya, mari kita pelajari terlebih dahulu apa arti hacker. Anda bisa simak langsung jawabannya di bawah ini. 


Hacker adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengakses, menganalisis, atau menguji sistem komputer maupun jaringan. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai tujuan, baik yang bersifat positif maupun negatif.

Ilustrasi hacker | Image by freepik on Magnific


Hacker Itu Apa?

Hacker adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengakses, menganalisis, atau menguji sistem komputer maupun jaringan. Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai tujuan, baik yang bersifat positif maupun negatif.


Lebih lanjut, istilah ini berasal dari Bahasa Inggris. Biasanya, seorang hacker mampu menemukan celah keamanan, menguji ketahanan sistem, hingga mencari solusi untuk meningkatkan keamanannya. 


Jadi, bisa dikatakan pengertian hacker tidak selalu mengacu pada cybercrime. Hal ini karena ada hacker yang bekerja secara legal untuk membantu perusahaan memperkuat sistem. Di sisi lain, ada juga yang menyalahgunakan kemampuan mereka untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau merugikan pihak lain. 



Cara Kerja Hacker

Lantas, jika mereka dikatakan memiliki kemampuan, bagaimana cara kerja hacker sebenarnya? Dalam dunia keamanan siber, ada istilah yang namanya hacking. Lebih lanjut, hacking artinya adalah proses mengkases atau menguji sistem komputer menggunakan pengetahuan teknik tertentu. Sementara itu, meretas adalah tindakan untuk memperoleh akses ke sistem, jaringan, atau perangkat. Tindakan tersebut dapat dilakukan secara legal untuk pengujian keamanan maupun secara ilegal dengan tujuan yang merugikan. Berikut ini cara kerjanya. 


  1. Mengumpulkan Informasi: Hacker mencari informasi mengenai target, seperti website, jaringan, atau perangkat yang digunakan.

  2. Mencari Celah Keamanan: Setelah memperoleh informasi, hacker akan mengidentifikasi kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk masuk ke dalam sistem.

  3. Mengakses Sistem: Jika menemukan celah, hacker akan mencoba memperoleh akses ke sistem atau jaringan target.

  4. Melakukan Tindakan Sesuai Tujuan: Setelah berhasil masuk, hacker dapat menguji keamanan, mengambil data, mengubah informasi, atau menjalankan tindakan lain sesuai tujuannya.

  5. Menghapus Jejak Aktivitas: Pada serangan ilegal, pelaku sering berusaha menyembunyikan aktivitasnya agar tidak mudah terdeteksi.


Apa Benar Hacker Selalu Jahat? Kenali Jenis dan Cara Kerjanya

Ilustrasi hacker | Image by freepik on Magnific


Jenis-Jenis Hacker 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tidak semua hacker itu negatif atau jahat. Ada yang menggunakan keahliannya secara legal dan bermanfaat, namun ada yang menyalahgunakannya untuk keuntungan pribadi. Di bawah ini adalah jenis-jenis hacker yang perlu Anda ketahui. 


White Hat Hacker

Yang pertama ada white hacker. white hat hacker adalah pihak yang bekerja secara legal untuk menguji dan meningkatkan keamanan sistem. Mereka biasanya memperoleh izin dari pemilik sistem sebelum melakukan pengujian. Tujuannya adalah menemukan celah keamanan agar dapat segera diperbaiki sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Black Hat Hacker

Kedua, ada black hat hacker. Berbeda dengan white hat, black hat hacker melakukan peretasan tanpa izin untuk memperoleh keuntungan pribadi atau merugikan pihak lain. Pelaku dapat mencuri data, menyebarkan malware, meminta uang tebusan, atau mengganggu operasional suatu sistem maupun jaringan.


Gray Hat Hacker

Di antara kedua jenis tersebut, terdapat gray hat hacker. Mereka dapat mengakses sistem tanpa izin, tetapi tidak selalu memiliki niat untuk merugikan. Dalam beberapa kasus, individu ini memberi tahu pemilik sistem mengenai celah keamanan yang ditemukan. Namun, tindakan tersebut tetap dianggap melanggar karena dilakukan tanpa persetujuan.


Script Kiddie

Lalu ada script kiddie. Jenis hacker yang satu ini adalah sebutan bagi orang yang menggunakan alat atau program buatan pihak lain untuk melakukan peretasan. Meski begitu, mereka tetap dapat menimbulkan kerugian apabila menyerang sistem milik orang lain atau perusahaan.


Hacktivist 

Selain mencari keuntungan, ada pula hacker yang memiliki tujuan menyuarakan isu tertentu. Kelompok ini dikenal sebagai hacktivist. Mereka biasanya melakukan peretasan untuk menyampaikan pesan politik, sosial, atau ideologi. Targetnya dapat berupa website organisasi, perusahaan, maupun lembaga pemerintah.


Insider Hacker

Terakhir, ada yang namanya insider hacker. Untuk jenis yang satu ini, mereka adalah orang yang pernah berada dalam sebuah perusahaan dan menyalahgunakan hak akses yang dimilikinya. Pelakunya dapat berupa karyawan, mantan karyawan, maupun pihak lain yang memiliki akses ke sistem perusahaan. Ancaman ini sering kali sulit dideteksi karena orang tersebut memang telah memiliki izin untuk mengakses sebagian sistem.



Sistem yang Sering Diuji atau Diincar Hacker

Dari pengertian hacker di atas, kita sekarang tahu bahwa ada hacker yang legal dan ilegal. Tujuannya pun berbeda pula, ada yang membantu dan ada yang merugikan orang lain. Meski berbeda, ada beberapa sistem dan informasi yang sering menjadi fokus mereka. Di bawah ini adalah beberapa yang paling umum. 


  • Data pribadi: Digunakan untuk memastikan keamanan informasi pengguna. Namun, data ini juga sering menjadi incaran pelaku kejahatan siber untuk penipuan atau pencurian identitas.

  • Akun online: Pengujian dilakukan untuk memastikan mekanisme keamanan akun berjalan dengan baik. Jika berhasil diakses tanpa izin, akun dapat disalahgunakan untuk berbagai tindakan yang merugikan.

  • Website dan aplikasi: Menjadi objek pengujian guna menemukan celah keamanan sebelum dimanfaatkan pihak lain. Sebaliknya, kelemahan tersebut dapat dieksploitasi untuk mencuri data atau mengganggu layanan.

  • Jaringan perusahaan: Diuji untuk memastikan keamanan data dan operasional bisnis tetap terjaga. Apabila ditembus oleh pihak yang tidak berwenang, aktivitas perusahaan dapat terganggu.

  • Perangkat yang terhubung ke internet: Komputer, laptop, smartphone, hingga perangkat IoT perlu dipastikan keamanannya agar tidak menjadi pintu masuk menuju sistem yang lebih besar.


Hacker Terkenal di Dunia

Dari penjelasan di atas, kini saatnya Anda mengenali beberapa tokoh yang populer di bidang ini. Dari contoh di bawah ini, Anda juga bisa mendapatkan gambaran bagaimana kemampuan ini digunakan dalam berbagai sitausi. Berikut ini beberapa hacker terkenal di dunia yang dilansir dari berbagai sumber.


Kevin Mitnick

Pertama, ada Kevin Mitnick. Ia dikenal sebagai salah satu peretas paling terkenal di dunia. Pada masa mudanya, ia berhasil membobol berbagai sistem milik perusahaan besar. Setelah menjalani hukuman, Mitnick beralih menjadi konsultan keamanan siber dan membantu banyak organisasi meningkatkan sistem keamanannya.


Kevin Poulsen

Kedua, ada Kevin Poulsen. Ia pernah melakukan peretasan terhadap jaringan telepon untuk memenangkan sebuah kompetisi radio. Kasus tersebut membuat namanya dikenal luas. Setelah bebas dari hukuman, ia beralih profesi menjadi jurnalis yang banyak membahas isu keamanan siber.


Adrian Lamo

Ketiga, ada Adrian Lamo yang dijuluki sebagai “The Homeless Hacker”. Julukan ini disematkan untuknya karena Ia sering melakukan peretasan menggunakan komputer di tempat umum, seperti perpustakaan dan kafe internet. Ia pernah mengakses sistem milik beberapa perusahaan besar tanpa izin sebelum akhirnya bekerja sebagai analis keamanan.


Anonymous

Keempat, ada anonymous. Berbeda dengan tokoh sebelumnya, Anonymous bukanlah satu orang, melainkan kelompok peretas yang anggotanya berasal dari berbagai negara. Kelompok ini dikenal karena melakukan berbagai aksi peretasan yang berkaitan dengan isu sosial, politik, maupun kebebasan berpendapat.


Gary McKinnon

Terakhir, ada Gary McKinnon. Hacker yang satu ini menjadi sorotan setelah berhasil mengakses sistem milik militer dan Badan Antariksa Nasional (NASA) Amerika Serikat. Kasusnya sempat menjadi perhatian dunia karena melibatkan sistem pemerintah dengan tingkat keamanan yang tinggi.



dampak serangan hacking oleh hacker

Ilustrasi hacker melakukan hacking | Image by freepik on Magnific


Dampak Serangan Hacker

Serangan dari pihak hacker yang tidak bertanggung jawab dapat mengakibatkan beberapa dampak dan masalah serius. Tidak hanya individu, bisnis pun juga bisa mendapatkan kerugian. Berikut beberapa dampak yang umum terjadi. 


  • Kebocoran data pribadi: Informasi seperti identitas, email, dan data finansial dapat dicuri dan disalahgunakan untuk penipuan.

  • Kerugian finansial: Akses ilegal ke akun atau sistem dapat menyebabkan hilangnya uang atau aset digital.

  • Gangguan operasional: Sistem atau layanan yang diserang bisa mengalami gangguan, bahkan tidak dapat digunakan sementara waktu.

  • Turunnya kepercayaan pelanggan: Untuk bisnis, insiden keamanan dapat membuat pelanggan ragu menggunakan layanan.

  • Kerusakan reputasi: Perusahaan yang mengalami kebocoran data dapat kehilangan citra profesional di mata publik.


Cara Mencegah Serangan Hacker

Anda bisa mengurasi risiko serangan siber dari hacker tidak bertanggung jawab dengan melakukan pencegahan. Anda bisa simak cara sederhana di bawah ini untuk mencegahnya. 


  1. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik: Hindari penggunaan password yang mudah ditebak. Kombinasikan huruf, angka, dan simbol agar lebih aman.

  2. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA): Lapisan keamanan tambahan ini membantu mencegah akses ilegal meskipun password diketahui pihak lain.

  3. Rutin memperbarui sistem dan aplikasi: Update biasanya berisi perbaikan celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku peretasan.

  4. Waspada terhadap email atau tautan mencurigakan: Banyak serangan dimulai dari phishing yang mengelabui pengguna agar memberikan data penting.

  5. Gunakan sistem keamanan tambahan: Firewall, antivirus, dan monitoring sistem dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan lebih awal.

  6. Gunakan layanan IT security yang profesional: Untuk bisnis, penggunaan managed service atau IT solutions dapat membantu menjaga sistem tetap aman secara berkelanjutan.



Kapan Bisnis Membutuhkan Perlindungan Keamanan Siber?

Pertanyaan selanjutnya mungkin muncul, kapan Anda harus membutuhkan perlindungan yang lebih kompleks, terutama untuk bisnis Anda? Seperti yang kita ketahui, bisnis membutuhkan perlindungan keamanan siber sejak mulai menyimpan data pelanggan. Informasi seperti identitas hingga data transaksi memiliki nilai yang penting sehingga perlu dijaga agar tidak disalahgunakan.


Selanjutnya, perlindungan juga diperlukan saat bisnis memiliki website atau aplikasi. Platform digital ini menjadi pintu utama interaksi dengan pengguna, sehingga rentan dimanfaatkan jika memiliki celah keamanan. Lebih lanjut, penggunaan aplikasi digital lainnya seperti layanan cloud juga perlu diperhatikan keamanannya. Pasalnya, cloud menyimpan banyak data penting yang dapat diakses secara online, sehingga perlu pengaturan akses dan perlindungan yang tepat.


Selain itu, ketika operasional bisnis sudah bergantung pada internet dan jumlah pengguna sistem semakin banyak, perlindungan keamanan siber menjadi semakin penting. Gangguan kecil saja dapat berdampak langsung pada aktivitas bisnis sehari-hari.



Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa hacker tidak selalu jahat. Ada pihak yang menggunakan kemampuannya untuk menguji dan meningkatkan keamanan sistem, namun ada juga yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi yang merugikan orang lain. Jangan lupa untuk selalu waspada dengan berbagai macam ancaman kejahatan digital. 


Untuk itu, penting untuk Anda yang memiliki bisnis untuk selalu menjaga data, sistem, dan operasional agar tetap aman. Anda bisa percayakan layanan profesional seperti IT solutions for business dari Netstar. Perusahaan Anda dapat memperoleh dukungan mulai dari pemeliharaan jaringan hingga bantuan teknis IT, sehingga operasional berjalan lebih lancar tanpa gangguan. Anda pun bisa fokus pada bisnis Anda. Hubungi tim Netstar (netstar.id) sekarang untuk informasi lebih lanjut. 

 
 
 

Comments


Let us help!

We'd love to hear from you. Whether you have questions, feedback, or need support, our team is here to help.

Choose your needs
Area
logo netstar white

NETSTAR has complete and fully integrated technology and media services

Head Office

Prosperity Tower 51 Floor District 8 SCBD Senayan, Jakarta 12190 INDONESIA

Office Hour

Mon - Fri: 8.00 AM - 5.00 PM WIB

Information

Office Phone:
+62 21 3973 3737

HelpDesk 24 Hours:
+62 21 3970 4141

Whatsapp Chat:

+62 857 1040 6527

Navigation

Follow us on

  • Instagram Netstar
  • Facebook Netstar
  • X Netstar
  • Linkedin Netstar
  • Tiktok Netstar
  • Whatsapp Netstar

Copyright © 2024-2026 Netstar. All Rights Reserved.

bottom of page