Apa Itu Firewall: Lebih dari Sekedar Fitur Keamanan Jaringan
- Isyhari M

- Jun 11
- 6 min read
Zaman sekarang, penggunaan internet dan teknologi informasi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari penggunaan pribadi hingga operasional bisnis, pertukaran informasi dan data semuanya terhubung melalui jaringan. Sayangnya, di balik kemudahan ini, ada risiko keamanan yang perlu diperhatikan. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan firewall.
Lebih lanjut, firewall hadir sebagai komponen penting dalam sistem keamanan jaringan. Teknologi ini berfungsi membantu melindungi perangkat dan data dari akses tidak sah. Lalu lintas data yang masuk dan keluar akan dipantau dan dikontrol berdasarkan keamanan yang telah ditentukan.
Lalu, saat semuanya sudah terjaga dengan baik, apa saja manfaat yang bisa didapatkan? Apa risiko yang bisa muncul jika sistem ini dinonaktifkan? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Ilustrasi firewall | Image by vectorjuice on Magnific
Apa Itu Firewall
Firewall adalah sistem keamanan yang berfungsi mengawasi lalu lintas data pada jaringan. Sistem ini membantu menyaring lalu lintas data yang masuk maupun keluar dari perangkat ataupun jaringan.
Lebih mudahnya, mekanisme perlindungan ini bisa diibaratkan sebagai petugas keamanan di pintu masuk. Kemudian “petugas” akan memeriksa setiap data yang lewat. Setelah itu, sistem ini menentukan apakah data tersebut aman atau perlu diblokir.
Saat ini, firewall digunakan pada berbagai perangkat dan jaringan. Contohnya adalah komputer pribadi, server, hingga jaringan perusahaan. Lebih lanjut, kehadirannya tentunya mengurangi risiko ancaman siber seperti malware, peretasan, hingga pencurian data.
Bagaimana Cara Kerja Firewall
Setelah mengetahui pengertian firewall, bagaimana caranya sistem ini bekerja? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, “petugas keamanan” ini bekerja dengan memeriksa lalu lintas data yang masuk dan keluar. Kemudian, data akan disortir apakah aman untuk diteruskan atau perlu diblokir. Berikut cara kerja firewall selengkapnya.
Menerima lalu lintas data: Firewall menerima data yang masuk maupun keluar dari jaringan. Data tersebut dapat berasal dari internet, aplikasi, atau perangkat lain yang terhubung ke jaringan.
Memeriksa paket data: Setiap data yang dikirim melalui jaringan akan diperiksa. Firewall akan melihat informasi tertentu untuk mengetahui asal, tujuan, dan jenis lalu lintas yang digunakan.
Mencocokkan dengan aturan keamanan: Firewall membandingkan data yang diterima dengan aturan yang telah ditetapkan. Aturan ini menentukan jenis lalu lintas yang diizinkan atau diblokir.
Mengizinkan atau memblokir akses: Jika data dianggap aman, firewall akan mengizinkannya melewati jaringan. Sebaliknya, data yang mencurigakan dapat diblokir untuk mengurangi risiko gangguan keamanan.
Fungsi Firewall
Tidak hanya memblokir ancaman dan membantu keamanan jaringan, sistem ini juga membantu jaringan beroperasi lebih aman. Berikut ini fungsi firewall selengkapnya.
Melindungi Jaringan dari Akses Tidak Sah: Firewall membantu membatasi akses dari pihak yang tidak memiliki izin. Dengan begitu, risiko penyusupan ke dalam jaringan dapat dikurangi.
Mencegah Serangan Siber: Teknologi ini dapat membantu mendeteksi dan memblokir aktivitas yang mencurigakan. Hal tersebut dapat mengurangi risiko serangan seperti malware, virus, maupun peretasan.
Mengontrol Lalu Lintas Jaringan: Firewall memantau data yang masuk dan keluar dari jaringan. Proses ini membantu memastikan lalu lintas data sesuai dengan aturan keamanan yang telah ditetapkan.
Melindungi Data Sensitif: Firewall membantu menjaga data penting dari akses yang tidak diinginkan. Ini penting bagi individu maupun perusahaan yang menyimpan informasi penting dalam sistem.
Membantu Menerapkan Aturan Keamanan: Sistem keamanan ini dapat digunakan untuk mengatur jenis akses yang diizinkan dalam jaringan. Dengan demikian, pengelolaan keamanan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.
Jenis Jenis Firewall dan Contohnya
Setelah memahami definisi, pengertian, dan fungsinya, kini saatnya Anda mengetahui jenis-jenis firewall yang digunakan untuk melindungi jaringan. Masing-masing tipe memiliki cara kerja hingga tingkat perlindungan yang berbeda pula. Karena ini, Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan Anda maupun perusahaan.
Packet Filtering
Yang pertama ada packet filtering firewall. Jenis ini dikenal karena mekanismenya yang cenderung sederhana. Sistem ini akan memeriksa informasi dasar pada data yang melewati jaringan sebelum menentukan apakah akses akan diizinkan atau diblokir. Sebagai contoh, perusahaan dapat menggunakan jenis ini untuk mengizinkan akses ke layanan tertentu, tetapi memblokir koneksi dari alamat IP yang tidak dikenal.
Stateful Inspection
Berbeda dari sebelumnya, jenis firewall yang satu ini akan melakukan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Maksudnya adalah stateful inspection firewall akan memperhatikan status dan riwayat koneksi sehingga proses penyaringan dapat dilakukan lebih akurat. Contohnya, sistem dapat membedakan antara koneksi yang memang berasal dari aktivitas pengguna dan koneksi mencurigakan yang muncul secara tiba-tiba.
Proxy Firewall
Selanjutnya, ada jenis proxy firewall. Mungkin Anda sering mendengar istilah ini. Pada jenis ini, seluruh lalu lintas data akan melewati perantara terlebih dahulu. Proxy firewall membantu memisahkan pengguna dari internet secara langsung dan memberikan lapisan perlindungan tambahan. Sebagai contoh, sekolah atau kantor dapat menggunakan proxy firewall untuk membatasi akses ke situs tertentu sesuai kebijakan yang berlaku.
Next-Generation Firewall (NGFW)
Seiring berkembangnya ancaman siber, teknologi firewall juga mengalami perkembangan. Salah satu contohnya adalah Next-Generation Firewall (NGFW) yang dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan tambahan, seperti deteksi ancaman dan penyaringan aplikasi. Dalam lingkungan perusahaan, jenis ini sering digunakan untuk membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan sebelum berdampak pada sistem atau data penting.
Cloud Firewall
Terakhir, ada jenis firewall cloud. Penggunaan layanan cloud yang semakin luas turut mendorong munculnya solusi keamanan yang lebih fleksibel. Cloud firewall dirancang untuk melindungi lingkungan berbasis cloud dan dapat dikelola dengan lebih praktis sesuai kebutuhan. Contohnya, perusahaan yang menggunakan server cloud dapat mengatur siapa saja yang diperbolehkan mengakses aplikasi atau data yang tersimpan di dalamnya.

Ilustrasi firewall | Image by vectorjuice on Magnific
Perbedaan Firewall Hardware dan Software
Selain memiliki berbagai jenis, firewall juga dapat dibedakan berdasarkan bentuk penerapannya, yaitu firewall hardware dan firewall software. Keduanya sama-sama memiliki fungsi untuk melindungi jaringan dari berbagai ancaman. Yang membuatnya berbeda adalah dalam cara penggunaan, cakupan perlindungan, dan kebutuhan pengelolaannya. Berikut ini perbedaannya.
Aspek | Firewall Hardware | Firewall Software |
Bentuk | Perangkat fisik khusus | Aplikasi atau program |
Lokasi Pemasangan | Dipasang pada jaringan | Dipasang pada komputer atau perangkat tertentu |
Jumlah Perangkat yang Dilindungi | Banyak perangkat sekaligus | Biasanya satu perangkat |
Kemudahan Pengelolaan | Dikelola dari satu titik | Dikelola pada masing-masing perangkat |
Skala Penggunaan | Cocok untuk perusahaan | Cocok untuk individu atau usaha kecil |
Biaya | Cenderung lebih tinggi | Cenderung lebih rendah |
* tabel perbedaan Firewall Hardware dan Software
Untuk penggunaan pribadi, firewall software sering kali sudah cukup memberikan perlindungan dasar. Sementara itu, perusahaan dengan jaringan yang lebih kompleks biasanya memerlukan firewall hardware agar pengelolaan keamanan dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Apakah Mematikan Firewall Aman
Setelah mengetahui fungsinya, mungkin Anda bertanya, apakah mematikan firewall aman atau tidak. Secara umum, mematikan sistem perlindungan ini tidak disarankan. Karena, jika perlindungan dinonaktifkan, keamanan pada lalu lintas data juga akan berkurang. Berikut ini penjelasannya lebih lanjut.
Dalam Kondisi Normal, Tidak Disarankan
Pada penggunaan sehari-hari, firewall sebaiknya tetap aktif. Kehadirannya membantu menyaring lalu lintas data yang masuk maupun keluar dari jaringan. Dengan demikian, risiko akses yang tidak diinginkan dapat dikurangi.
Kapan Firewall Mungkin Dinonaktifkan
Dalam kondisi tertentu, firewall dapat dinonaktifkan untuk sementara waktu. Contohnya saat melakukan troubleshooting jaringan atau pengujian aplikasi. Namun, langkah ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan hanya jika memang diperlukan.
Risiko Mematikan Firewall
Menonaktifkan perlindungan dapat meningkatkan risiko gangguan keamanan. Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:
Akses tidak sah ke jaringan atau perangkat.
Masuknya malware dan ancaman siber lainnya.
Kebocoran data penting.
Gangguan pada sistem atau layanan yang digunakan.
Sebaiknya Gunakan Konfigurasi yang Tepat
Jika suatu aplikasi atau layanan mengalami kendala karena firewall, menonaktifkannya bukan selalu menjadi solusi terbaik. Dalam banyak kasus, pengaturan firewall dapat disesuaikan agar aplikasi tetap dapat digunakan dengan aman. Cara ini umumnya lebih disarankan daripada mematikan perlindungan secara keseluruhan.
Apakah Firewall Saja Sudah Cukup?
Dari penjelasan fungsi, jenis-jenis dan risiko di atas, lantas apakah menggunakan firewall saja sudah cukup? Agar perlindungan semakin optimal, menyediakan perlindungan lebih dari satu lapis bisa Anda terapkan. Di bawah ini ada beberapa langkah untuk melengkapi perlindungan firewall.
Menggunakan Antivirus atau Endpoint Protection: Solusi ini membantu mendeteksi dan mengatasi malware yang berhasil masuk ke perangkat.
Melakukan Pembaruan Sistem Secara Berkala: Pembaruan sistem membantu menutup celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Menerapkan Kontrol Akses Pengguna: Pengaturan hak akses dapat membantu memastikan bahwa hanya pihak yang berwenang yang dapat mengakses data atau sistem tertentu.
Melakukan Backup Data Secara Rutin: Cadangan data dapat membantu mempercepat proses pemulihan apabila terjadi gangguan, kerusakan, atau serangan siber.
Melakukan Monitoring dan Pengelolaan Sistem: Pemantauan secara berkala membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal sehingga risiko gangguan dapat diminimalkan.
Jadi, itulah pengertian, cara kerja, fungsi, dan jenis-jenis firewall. Teknologi ini menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga keamanan jaringan dari berbagai cyber attack. Mengetahui jenis yang tepat juga membantu Anda mengambil langkah yang tepat dalam menjaga keamanan perangkat maupun jaringan yang digunakan.
Meskipun begitu, hanya menggunakan firewall sebagai satu-satunya perlindungan saja tidaklah cukup. Diperlukan pengelolaan sistem, pemantauan, pembaruan, serta penerapan berbagai langkah keamanan lainnya agar perlindungan dapat berjalan secara optimal.
Jika Anda membutuhkan dukungan untuk mengelola infrastruktur IT dan menjaga keamanan sistem secara lebih menyeluruh, layanan IT managed service dari Netstar dapat menjadi solusi yang tepat di perusahaan maupun bisnis Anda. Dengan dukungan tenaga profesional dan pengelolaan yang terencana, Anda dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis. Hubungi tim Netstar (netstar.id) sekarang untuk mengetahui informasi selengkapnya.



Comments