Apa itu Cloud Computing? Definisi dan Cara Kerjanya
- Netstar

- Nov 30, 2024
- 3 min read
Updated: Dec 3, 2025
Integrasi internet dalam keseharian manusia modern telah mendorong operasional kerja berbasis teknologi yang jauh lebih mulus daripada sebelumnya. Keberadaan sistem cloud memudahkan kita untuk menyelesaikan pekerjaan secara daring, dari mana pun dan di mana pun kita berada. Di sinilah letak kelebihan cloud computing: kemampuan untuk mengakses server, data, dan aplikasi secara on-demand hanya dengan koneksi internet, menghilangkan batasan fisik kantor.
Selain penyimpanan secara daring, sistem cloud juga dapat digunakan untuk kegiatan computing, yakni segala jenis proses menggunakan infrastruktur teknologi yang berkaitan dengan perangkat lunak.
Lantas, apa yang dimaksud dengan Cloud Computing itu? Bagaimana sistem kerjanya? Apa saja contoh aplikasinya? Mari simak penjelasannya di artikel berikut.

Frolopiaton Palm / Freepik
Apa itu Cloud Computing?
Menurut Google Cloud, cloud computing adalah penggunaan sumber daya komputasi yang dapat diakses menggunakan jaringan internet. Sistem informasi ini memudahkan siapapun untuk mengakses komponen-komponen seperti server, aplikasi, serta database menggunakan jaringan internet.
Serupa dengan cloud storage, layanan cloud computing dapat dilakukan secara publik maupun privat, sesuai dengan ukuran dan kebutuhan perusahaan. Cloud publik memanfaatkan tenaga ahli serta infrastruktur yang dimiliki oleh pihak ketiga sementara cloud privat dibangun dan dikelola oleh suatu perusahaan secara mandiri untuk kebutuhan internal pula.
Lebih lanjut, manfaat cloud computing meliputi skalabilitas yang elastis, efisiensi biaya operasional, dan keamanan data tingkat korporat. Keunggulan-keunggulan inilah yang memungkinkan perusahaan, baik skala besar maupun kecil, untuk bertransformasi dan mempertahankan fleksibilitas bisnis mereka di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Jenis-Jenis Cloud Computing dan Contoh Aplikasinya
Model layanan cloud diklasifikasikan berdasarkan sejauh mana penyedia mengelola komponen IT dan sejauh mana pengguna mengontrolnya. Perbedaan terbesar terletak pada tanggung jawab pengelolaan: apakah Anda hanya menyewa aplikasi, menyewa tempat membangun, atau menyewa infrastruktur dasar saja. Memahami spektrum manajemen ini adalah kunci untuk memilih solusi yang tepat bagi kebutuhan spesifik perusahaan Anda. Berikut ini tiga jenis cloud computing yang umum digunakan beserta contoh aplikasinya.
1. Platform as a Service (PaaS)
Dalam model ini, penyedia layanan cloud menyediakan platform yang diperlukan perusahaan untuk membuat, mengembangkan, menjalankan, dan mengelola aplikasi mereka sendiri. Dengan begitu, perusahaan tidak lagi perlu mengaktualisasi sistem operasi, instrumen pengembangan, maupun perangkat keras yang relevan. Perusahaan cukup mengelola aplikasi mereka secara daring menggunakan layanan yang disediakan oleh PaaS.
PaaS sangat populer untuk developer yang ingin fokus pada inovasi. Contoh cloud computing tipe ini termasuk AWS Elastic Beanstalk dan Google App Engine, yang memungkinkan developer mengunggah kode aplikasi web mereka tanpa harus mengelola server atau sistem load balancer.
2. Infrastructure as a Service (IaaS)
Lain halnya dengan PaaS, IaaS justru menyediakan segala jenis perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan untuk mengelola data dan operasional perusahaan. Komponen-komponen seperti server, penyimpanan, jaringan, serta perangkat keras lainnya tentu akan memakan waktu dan biaya. Menggunakan layanan IaaS dapat mempermudah operasional perusahaan dan membantu mereka untuk menghemat biaya dalam jangka panjang.
Contoh aplikasi layanan IaaS di pasar termasuk Amazon Web Services (AWS) EC2 (server virtual), Microsoft Azure Virtual Machines, dan Google Compute Engine (GCE). Model ini digunakan untuk membangun data center virtual, menjalankan aplikasi legacy yang kompleks, atau menampung database besar yang membutuhkan konfigurasi spesifik.
3. Software as a Service (SaaS)
Jenis cloud ini merupakan varian yang paling populer, bahkan di kalangan individu sekalipun. Penyedia layanan mengelola sebuah perangkat lunak yang dapat diunduh secara daring untuk digunakan oleh masyarakat umum. Pengelola bertugas untuk memelihara dan memperbarui keamanan maupun operasional program untuk penggunanya. Sebagai timbal balik, pengguna umumnya membayar biaya langganan untuk mengakses fitur premium dari aplikasi tersebut.
Contoh utama SaaS adalah aplikasi yang digunakan sehari-hari untuk produktivitas, seperti Google Workspace (termasuk Gmail dan Docs) dan Microsoft 365. Aplikasi bisnis seperti Salesforce (CRM) dan layanan komunikasi seperti Zoom atau Slack juga termasuk dalam kategori ini.
Cara Kerja Cloud Computing
Secara umum, pengguna dapat menggunakan layanan cloud computing dengan membayar kumpulan sumber daya dan layanan virtual untuk digunakan secara pribadi atau bersama. Pengguna dapat membayar paket langganan mereka sesuai denga kebutuhan masing-masing sehingga tidak perlu takut akan mengeluarkan biaya lebih.
Cloud computing memanfaatkan jaringan internet untuk menghubungkan pengguna ke platform terkait untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Server cloud pusat umumnya akan menangani semua komunikasi antar perangkat dan memfasilitasi pertukaran data yang terjadi. Karena semuanya berbasis internet, cloud computing dapat dilakukan di mana saja selama pengguna terhubung dengan internet serta menggunakan akun atau perangkat yang tepat untuk mengakses data terkait.
Baca juga: On Premise vs Cloud

macrovector / Freepik
Cloud computing kini menjadi fondasi teknologi modern yang praktis, efisien, serta memiliki skalabilitas tinggi. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk lebih fokus pada pengembangan dan inovasi yang relevan tanpa perlu khawatir tentang infrastruktur teknologi.
Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai cloud computing, IT solution provider, layanan VPN, dan jenis-jenis layanan IT lainnya, kunjungi website Netstar (www.netstar.id) dan dapatkan layanan terbaik untuk kebutuhan Anda.



Comments