top of page
Search

Pengertian Ransomware: Cara Kerja, Dampak, dan Cara Mencegahnya

  • Writer: Isyhari Maheswar
    Isyhari Maheswar
  • 25 minutes ago
  • 7 min read

Di era digital ini, ancaman siber menjadi salah satu yang paling menakutkan. Mulai dari pencurian data, penyalahgunaan akses, hingga gangguan operasional, semua cybercrime ini memiliki dampak yang besar baik untuk individu maupun perusahaan.


Jika tidak memberikan perlindungan yang baik untuk sistem digital yang Anda miliki, Anda sama saja memberikan kesempatan kepada para pelaku untuk melancarkan aksi mereka. Dari berbagai jenis-jenis cybercrime yang ada, ransomware adalah salah satu yang berbahaya dan merusak. 


Lebih jauh, serangan ini bekerja dengan mengunci atau mengenkripsi data penting, lalu menuntut tebusan agar akses dapat dipulihkan. Tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, ransomware juga dapat menghentikan operasional bisnis dan merusak reputasi. 


Agar dapat memberikan perlindungan yang maksimal, Anda harus mengerti dahulu pengertian ransomware, cara kerjanya, hingga langkah yang tepat saat serangan terjadi. Melalui artikel ini, kami akan mengupas tuntas semuanya. 


Pengertian Ransomware dan Cara Mencegahnya

Ilustrasi by Freepik on Freepik


Apa Itu Ransomware

Lantas, apa itu ransomware? Ransomware adalah jenis serangan siber yang dirancang untuk mengunci akses terhadap data atau sistem korban, kemudian meminta tebusan agar akses tersebut dapat dikembalikan. Penguncian ini umumnya dilakukan melalui proses enkripsi, sehingga file tidak dapat dibuka tanpa kunci khusus dari pelaku.


Yang lebih mengerikan, jenis serangan ini dapat menyerang berbagai perangkat, mulai dari komputer pribadi hingga server perusahaan. Berbeda dengan gangguan teknis biasa, serangan ransomware bersifat disengaja dan terorganisir. Pelaku sering menargetkan data yang bernilai tinggi agar korban terdorong untuk membayar tebusan. 


Dalam banyak kasus, tidak ada jaminan bahwa data akan benar-benar dipulihkan meskipun tebusan telah dibayarkan. Hal inilah yang membuat ancaman ini begitu menyeramkan bagi keamanan digital. 


Perbedaan Ransomware dan Malware Lainnya

Mungkin Anda pernah mendengar istilah yang serupa, yaitu malware. Lalu, apa perbedaan ransomware dengan malware. Sejatinya, ransomware adalah bagian dari malware namun masih memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan jenis malware lainnya. 


Malware secara umum dapat bertujuan untuk mencuri data, memata-matai aktivitas pengguna, atau merusak sistem tanpa sepengetahuan korban. Sementara itu, ransomware bekerja secara lebih agresif dengan menampilkan ancaman secara langsung kepada korban.


Perbedaan utama terletak pada tujuan dan dampaknya. Ransomware berfokus pada pemerasan dengan cara mengunci sistem atau data penting, sedangkan malware lain sering kali beroperasi secara diam-diam dalam jangka waktu lama. Karena sifatnya yang langsung melumpuhkan sistem, ransomware sering menimbulkan gangguan operasional yang lebih besar dan mendesak.


Baca juga: Apa Itu Malware

Bagaimana Cara Kerja Ransomware?

Serangan ransomware umumnya berlangsung melalui beberapa tahapan yang terstruktur, mulai dari masuknya ransomware ke dalam sistem hingga munculnya tuntutan tebusan. Setiap tahap memiliki peran penting dalam memastikan serangan berjalan efektif dan sulit dihentikan. Berikut ini adalah cara kerjanya.


Tahap Infiltrasi

Tahap infiltrasi merupakan fase awal ketika serangan ini berhasil masuk ke dalam sistem korban. Pada tahap ini, pelaku biasanya memanfaatkan celah keamanan seperti email phishing, tautan berbahaya, atau perangkat lunak yang tidak diperbarui. Tanpa disadari, korban memberikan akses awal yang memungkinkan ransomware berjalan di latar belakang sistem.


Setelah berhasil masuk, ransomware akan berusaha menghindari deteksi dengan menyamar sebagai file atau proses yang tampak normal. Dalam beberapa kasus, malware ini juga membuka jalur akses tambahan agar pelaku dapat mengontrol sistem dari jarak jauh, terutama pada jaringan perusahaan yang tidak memiliki pengamanan memadai.


Tahap Enkripsi 

Setelah berhasil menyusup, ransomware akan mulai mengenkripsi file atau sistem target. Proses ini dilakukan menggunakan algoritma enkripsi tertentu sehingga data tidak dapat dibuka tanpa kunci dekripsi. File yang dienkripsi biasanya adalah data penting, seperti dokumen kerja, database, atau file sistem utama.


Tahap enkripsi sering kali berlangsung dengan cepat dan tanpa tanda yang jelas di awal. Ketika korban menyadari adanya masalah, sebagian besar data biasanya sudah tidak dapat diakses. Inilah yang membuat ransomware sangat berbahaya, karena korban kehilangan kendali atas data penting dalam waktu singkat.


Pemerasan

Tahap pemerasan terjadi setelah proses enkripsi selesai dan akses data sepenuhnya terblokir. Pada fase ini, pelaku akan menampilkan pesan atau notifikasi yang berisi tuntutan tebusan, biasanya dalam bentuk mata uang kripto. Pesan tersebut sering disertai batas waktu untuk menekan korban agar segera membayar.


Selain meminta tebusan, pelaku juga kerap mengancam akan menghapus atau membocorkan data jika permintaan tidak dipenuhi. Tekanan psikologis ini menjadi bagian dari strategi pemerasan agar korban merasa tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti tuntutan pelaku.



Cara Ransomware Menyebar

Serangan ransomware dapat menyebar melalui berbagai celah keamanan yang sering kali tidak disadari oleh pengguna. Pelaku memanfaatkan kombinasi teknik sosial dan kelemahan sistem untuk mendapatkan akses awal ke perangkat atau jaringan. Cara penyebaran ini terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan email, aplikasi berbasis internet, serta koneksi jarak jauh, sehingga kewaspadaan dan perlindungan berlapis menjadi sangat penting.


Jenis Jenis Ransomware

Bentuk serangan siber ini memiliki beberapa jenis dengan karakteristik dan metode serangan yang berbeda. Perbedaan ini menentukan cara kerja serangan, dampak yang ditimbulkan, serta tingkat kesulitan pemulihan data. Di bawah ini adalah jenis ransomware yang bisa Anda temukan. 


1. Crypto Ransomware

Salah satu jenis ransomware attack adalah crypto ransomware. Jenis ini bekerja dengan mengenkripsi file penting korban, seperti dokumen, gambar, dan database, sehingga tidak dapat diakses tanpa kunci dekripsi. Setelah proses enkripsi selesai, korban akan menerima pesan tebusan yang meminta pembayaran agar file dapat dipulihkan.


Serangan crypto ransomware sering menargetkan data bernilai tinggi untuk meningkatkan tekanan kepada korban. Dalam lingkungan bisnis, jenis ini sangat berbahaya karena dapat menghentikan operasional secara total, terutama jika sistem tidak memiliki back up data yang memadai atau strategi restore yang jelas.


2. Locker Ransomware

Berbeda dengan jenis sebelumnya, jenis locker ransomware tidak mengenkripsi file secara individual, tetapi mengunci akses ke sistem atau perangkat secara keseluruhan. Korban tidak dapat masuk ke sistem operasi atau menggunakan perangkat sampai tebusan dibayarkan. Jenis ini sering menyerang perangkat pribadi seperti komputer dan ponsel. 


Meskipun tidak selalu merusak file secara langsung, locker ransomware tetap menimbulkan gangguan serius. Akses yang terblokir dapat menghentikan aktivitas kerja dan menyebabkan kerugian waktu serta produktivitas, terutama jika perangkat tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional harian.


3. Double Extortion Ransomware

Selanjutnya ada Double Extortion Ransomware. Bentuk serangan ini yang lebih kompleks dan agresif. Selain mengenkripsi data, pelaku juga mencuri informasi sensitif sebelum proses enkripsi dilakukan. Data tersebut kemudian digunakan sebagai alat ancaman tambahan jika korban menolak membayar tebusan.


Dalam skema ini, korban dihadapkan pada dua risiko sekaligus: kehilangan akses data dan potensi kebocoran informasi. Jenis ransomware ini sangat berbahaya bagi perusahaan karena dapat menimbulkan dampak hukum, reputasi, dan kepercayaan pelanggan yang jauh lebih besar dibandingkan serangan ransomware konvensional.


4. Ransomware-as-a-Service(RaaS)

Terakhir, ada Ransomware Saas. Model kejahatan siber ini bekerja dengan cara pengembang ransomware menyediakan alat dan infrastruktur kepada pihak lain untuk melakukan serangan. Pengguna layanan ini tidak perlu memiliki keahlian teknis tinggi, karena sistem serangan sudah disiapkan dan mudah digunakan.


Model RaaS membuat serangan ransomware semakin masif dan sulit dikendalikan. Dengan semakin banyak pelaku yang dapat melancarkan serangan, risiko ransomware meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa ransomware bukan lagi ancaman individual, melainkan bagian dari ekosistem kejahatan siber yang terorganisir.



Dampak Ransomware

Dari penjabaran di atas, dapat diketahui bawha dampak ransomware bisa dirasakan oleh siapa saja, baik individu maupun perusahaan. Tidak hanya dari sisi teknis tetapi juga dari aspek finansial dan operasional. Dampak ini sering kali terasa dalam jangka panjang, terutama jika penanganan tidak dilakukan dengan cepat dan tepat. Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya.


Kerugian untuk Individu

Bagi pengguna individu, ransomware dapat menyebabkan hilangnya akses ke data pribadi seperti dokumen penting, foto, atau informasi keuangan. Dalam beberapa kasus, data tersebut tidak dapat dipulihkan meskipun tebusan telah dibayarkan. Kondisi ini menimbulkan kerugian emosional dan finansial, terutama jika data yang hilang memiliki nilai penting atau tidak memiliki cadangan.


Selain itu, individu juga berisiko mengalami pencurian identitas atau penyalahgunaan data pribadi. Informasi yang berhasil dicuri dapat digunakan untuk penipuan atau kejahatan siber lainnya, sehingga dampak serangan tidak berhenti hanya pada satu insiden saja.


Kerugian untuk Perusahaan

Bagi perusahaan, dampak ransomware jauh lebih kompleks dan merugikan. Serangan ini dapat menghentikan operasional bisnis secara total, menyebabkan downtime yang berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan. Sistem yang terkunci membuat karyawan tidak dapat mengakses aplikasi dan data penting yang dibutuhkan untuk bekerja.


Selain kerugian finansial, perusahaan juga menghadapi risiko reputasi dan hukum. Kebocoran data pelanggan dapat menurunkan kepercayaan publik dan berujung pada sanksi atau tuntutan hukum, terutama jika perusahaan tidak memiliki sistem keamanan dan perlindungan data yang memadai.


Tanda-Tanda Serangan Ransomware

Mengenali tanda-tanda awal serangan ransomware sangat penting untuk mencegah dampak yang lebih besar. Beberapa indikasi umum meliputi file yang tiba-tiba tidak dapat dibuka, perubahan ekstensi file, hingga munculnya pesan atau notifikasi tebusan di layar. Selain itu, aktivitas sistem yang melambat secara drastis atau gangguan pada jaringan juga dapat menjadi sinyal adanya serangan yang sedang berlangsung.



Langkah Tepat Saat Terjadinya Ransomware Attack

Ketika serangan ransomware terjadi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengisolasi perangkat atau sistem yang terinfeksi dari jaringan. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran serangan ke perangkat lain. Menghentikan koneksi internet dan jaringan internal dapat membantu membatasi dampak awal serangan.


Selanjutnya, korban disarankan untuk tidak langsung membayar tebusan. Pembayaran tidak menjamin data akan dipulihkan dan justru dapat mendorong pelaku untuk melakukan serangan lanjutan. Identifikasi jenis serangan dan upaya pemulihan melalui cadangan data yang aman menjadi langkah yang lebih tepat dalam penanganan insiden ini.


Cara Mencegah Ransomware Attack

Untuk Anda yang senang mencegah daripada “mengobati”, ini adalah keputusan yang tepat untuk menghindari kerugian besar. Usaha pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek teknologi, kebijakan, dan perilaku pengguna. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda terapkan. 


  • Backup Data Secara Berkala: Pastikan data penting dibackup secara rutin dan disimpan di lokasi terpisah dari sistem utama. Backup yang aman memungkinkan pemulihan data tanpa harus membayar tebusan.

  • Update Sistem & Patch Keamanan: Pembaruan sistem dan aplikasi menutup celah keamanan yang sering dimanfaatkan pelaku ransomware. Sistem yang selalu up to date jauh lebih sulit untuk dieksploitasi.

  • Edukasi Karyawan: Pengguna yang teredukasi dapat mengenali email phishing dan tautan berbahaya sejak dini. Kesadaran ini membantu mencegah ransomware masuk ke sistem sejak tahap awal.

  • Gunakan Keamanan Jaringan yang Kuat: Firewall, monitoring jaringan, dan sistem keamanan berlapis membantu mendeteksi serta membatasi pergerakan ransomware di dalam jaringan.

  • Batasi Akses dan Hak Pengguna: Penerapan hak akses minimum mencegah ransomware menjangkau seluruh sistem jika terjadi infeksi. Pembatasan ini memperkecil dampak serangan dan mempermudah pemulihan.



Ransomware attack menunjukkan bahwa ancaman siber tidak lagi bersifat teknis semata, melainkan kejahatan yang dapat mengganggu aktivitas, merugikan secara finansial, dan merusak kepercayaan. Untuk mencegahnya, semua pihak secara bersama menerapkan langkah-langkah seperti memonitor jaringan hingga melakukan backup secara berkala. 


Lebih lanjut, perlindungan tidak cukup hanya mengandalkan perangkat lunak di sisi pengguna. Keamanan jaringan yang terkelola dengan baik menjadi fondasi penting dalam menghadapi ancaman ransomware yang semakin kompleks. Menggunakan layanan managed service dan koneksi internet yang aman membantu memastikan sistem dipantau, dilindungi, dan siap menghadapi ancaman siber.


Di Netstar (netstar.id), Anda bisa mendapatkan semuanya, mulai dari internet murah, cepat dan aman, hingga layanan managed service dari kami. Kami siap menjadi IT solutions provider untuk perusahaan Anda karena layanan kami mencakup pembangunan jaringan, konfigurasi yang aman, serta pemeliharaan berkelanjutan agar perusahaan Anda memiliki fondasi keamanan yang lebih kuat untuk menghadapi ancaman ransomware. Hubungi tim Netstar sekarang untuk informasi lebih lanjut.

 
 
 

Comments


Let us help!

We'd love to hear from you. Whether you have questions, feedback, or need support, our team is here to help.

Choose your needs
Area
logo netstar white

NETSTAR has complete and fully integrated technology and media services

Head Office

Prosperity Tower 51 Floor District 8 SCBD Senayan, Jakarta 12190 INDONESIA

Office Hour

Mon - Fri: 8.00 AM - 5.00 PM WIB

Information

Office Phone:
+62 21 3973 3737

HelpDesk 24 Hours:
+62 21 3970 4141

Whatsapp Chat:

+62 857 1040 6527

Navigation

Follow us on

  • Instagram Netstar
  • Facebook Netstar
  • X Netstar
  • Linkedin Netstar
  • Tiktok Netstar
  • Whatsapp Netstar

Copyright © 2024-2026 Netstar. All Rights Reserved.

bottom of page