Pengertian Malware: Jenis, Dampak dan Cara Mencegahnya
- Isyhari Maheswar

- 4 hours ago
- 4 min read
Tidak hanya di dunia nyata, dunia maya atau digital juga tidak lepas dari ancaman kejahatan. Sayangnya, setiap celah aktivitas seperti membuka email, mengakses situs web hingga mengunduh aplikasi bisa menjadi ruang untuk terjadinya kejahatan. Salah satu yang paling sering dibahas adalah malware yang sering menyerang tanpa diketahui oleh pengguna.
Malware tidak hanya berdampak pada kinerja perangkat, tetapi juga dapat mengancam data pribadi dan keamanan informasi. Mulai dari gangguan ringan hingga kerusakan sistem yang serius, dampaknya bisa dirasakan oleh pengguna rumahan maupun bisnis.
Agar meningkatkan kewaspadaan Anda terhadap serangan malware, berikut ini adalah pengertian, bagaimana cara kejahatan ini bekerja, jenisnya hingga cara mencegah maupun mengatasinya jika perangkat Anda sudah terserang malware.

Photo by Michael Geiger on Unsplash
Apa Itu Malware
Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak, mengganggu, atau menyusup ke sistem tanpa izin pengguna. Istilah ini sendiri merupakan kepanjangan dari malicious software. Perangkat lunak ini dapat menyerang komputer, smartphone, maupun perangkat lain yang terhubung ke koneksi internet.
Tujuan malware sangat beragam, mulai dari mencuri data, memantau aktivitas Anda, hingga merusak sistem secara keseluruhan. Dalam banyak kasus, malware bekerja secara tersembunyi sehingga Anda tidak langsung menyadari keberadaannya di dalam perangkat.
Cara Kerja Malware
Malware umumnya masuk ke perangkat melalui aktivitas yang terlihat normal, seperti mengunduh file, membuka tautan, atau memasang aplikasi tertentu. Setelah masuk, malware akan menjalankan kode berbahaya sesuai dengan tujuan pembuatnya.
Beberapa malware bekerja dengan menyalin diri dan menyebar ke sistem lain, sementara yang lain beroperasi diam-diam di latar belakang. Cara kerja ini membuat malware sulit terdeteksi tanpa perlindungan keamanan yang memadai.
Baca juga: Apa Itu Cloud Computing

Jenis Jenis Malware
Setiap jenis malware dirancang untuk menyerang sistem dengan cara tertentu, tergantung pada target dan dampak yang diinginkan. Berikut ini adalah jenis yang sering ditemukan.
Virus
Salah satu ancaman digital yang paling dikenal adalah virus komputer. Malware ini bekerja dengan menempel pada file atau program tertentu, lalu aktif saat file tersebut dijalankan. Setelah aktif, virus dapat menyebar ke bagian lain dalam sistem dan menyebabkan kerusakan data, gangguan aplikasi, hingga penurunan kinerja perangkat secara keseluruhan.
Worm
Berbeda dari malware lain, worm mampu menyebar tanpa bantuan pengguna. Ia memanfaatkan celah keamanan jaringan untuk berpindah dari satu perangkat ke perangkat lain secara otomatis. Penyebaran yang cepat membuat worm berpotensi membebani sistem dan jaringan, sehingga kinerja perangkat menurun dan risiko gangguan operasional meningkat.
Trojan
Banyak pengguna tertipu oleh program yang terlihat aman, padahal di dalamnya tersembunyi malware berbahaya. Inilah cara kerja trojan, yang menyamar sebagai aplikasi atau file biasa. Setelah terpasang, trojan dapat membuka akses bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk mencuri data atau mengendalikan perangkat dari jarak jauh.
Spyware
Tanpa disadari, aktivitas Anda dapat dipantau oleh perangkat lunak berbahaya. Spyware bekerja secara diam-diam di latar belakang untuk mengumpulkan informasi seperti kebiasaan browsing, data login, atau aktivitas aplikasi. Data yang dikumpulkan ini sering digunakan tanpa izin, sehingga berisiko mengancam privasi dan keamanan Anda.
Adware
Jenis malware berikutnya adalah adware. Sesuai namanya, adware adalah sebuah gangguan iklan yang muncul secara terus-menerus. Jenis yang satu ini menampilkan iklan berlebihan dan mengarahkan Anda ke situs tertentu. Meski terlihat tidak berbahaya, adware dapat memperlambat sistem dan membuka peluang masuknya ancaman lain melalui tautan yang tidak aman.
Ransomware
Dalam beberapa tahun terakhir, serangan digital yang melibatkan pemerasan semakin sering terjadi. Aktivitas ini dikenal dengan sebutan ransomware. Jenis malware ini bekerja dengan mengunci sistem atau mengenkripsi data pengguna, lalu meminta tebusan agar akses dipulihkan. Jenis ini sangat merugikan karena dapat menyebabkan kehilangan data penting.
Baca juga: Pengertian Machine Learning
Contoh Malware
Beberapa malware pernah menyebabkan dampak besar secara global. Contohnya adalah WannaCry, ransomware yang menyerang berbagai institusi dan mengganggu layanan penting. Ada juga ILOVEYOU, virus yang menyebar melalui email dan merusak banyak sistem komputer.
Contoh lainnya termasuk malware yang menargetkan data perbankan atau informasi pribadi. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa malware bukan sekadar ancaman teori tapi juga berbahaya bagi para pengguna layanan internet.
Perbedaan Virus dan Malware
Banyak pengguna masih menganggap semua gangguan pada perangkat sebagai virus. Padahal, istilah tersebut hanya mewakili salah satu bentuk ancamannya saja. Malware mencakup seluruh jenis perangkat lunak berbahaya, sedangkan virus adalah bagian kecil di dalamnya. Virus memiliki ciri khusus berupa kemampuan menempel pada file atau program lain untuk menyebar, sementara jenis malware lain dapat bekerja dengan cara yang berbeda.

Perbedaan Malware dan Ransomware
Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting agar kita tidak salah dalam mengambil langkah pencegahan saat perangkat terinfeksi. Malware adalah istilah umum yang mencakup semua jenis perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk merusak atau menyusup ke sistem komputer tanpa izin.
Sementara itu, ransomware merupakan salah satu jenis spesifik dari malware yang memiliki metode serangan jauh lebih agresif dan mematikan. Perbedaan utamanya terletak pada tujuan akhir, di mana ransomware akan mengunci atau mengenkripsi data pribadi kamu agar tidak bisa diakses sama sekali.

Ilustrasi langkah dalam mencegah malware | Photo by Zulfugar Karimov on Unsplash
Cara mengatasi Malware
Mengatasi malware dimulai dari pencegahan, seperti menggunakan perangkat lunak keamanan dan memperbarui sistem secara rutin. Pengguna juga perlu berhati-hati saat mengunduh file atau mengklik tautan dari sumber yang tidak dikenal. Jika perangkat sudah terinfeksi, langkah seperti pemindaian sistem dan penghapusan malware perlu segera dilakukan.
Baca juga: Jenis Jenis Cybercrime
Ancaman malware menunjukkan bahwa keamanan digital tidak hanya bergantung pada perangkat, tetapi juga pada kualitas koneksi internet yang digunakan. Aktivitas seperti mengunduh aplikasi, memperbarui sistem, dan mengakses layanan online membutuhkan jaringan yang stabil agar perlindungan keamanan dapat bekerja dengan baik.
Koneksi internet yang cepat dan aman membantu proses pembaruan sistem operasi serta aplikasi keamanan berjalan tanpa hambatan. Anda bisa mendapatkan keduanya dengan menggunakan layanan internet dari Netstar (netstar.id). Tidak hanya menjadi provider internet terbaik karena harganya, kami siap memberikan koneksi yang cepat, stabil, dan juga aman. Hubungi kami sekarang juga untuk merasakan koneksi andal di rumah, apartemen, maupun kantor Anda!



Comments