Safe Mode: Arti, Fungsi, Cara Masuk dan Cara Keluar di HP Maupun Laptop
- Isyhari M

- 8 hours ago
- 7 min read
Di era sekarang, berkutat dengan HP maupun laptop sudah seperti kebiasaan sehar-hari yang tidak bisa ditinggalkan. Bukan rahasia, karena kedua gawai ini dapat digunakan untuk bekerja, belajar, berkomunikasi dan juga mengakses informasi. Sayangnya, masalah teknis bisa datang kapan saja. Untuk mencari tahu penyebabnya, fitur yang sering digunakan adalah Safe Mode.
Saat masalah teknis terjadi, Anda mungkin mengalami beberapa kendala. Mulai dari aplikasi yang berhenti tiba-tiba hingga melambatnya sistem. Bahkan tidak jarang ada kasus perangkat gagal berjalan normal.
Jadi, apa itu Safe Mode sebenarnya? Apakah mode ini bisa menghapus data saat gawai Anda memasuki fitur ini? Apa yang terjadi jika HP di Safe Mode? Bagaimana jika ingin memasuki mode ini? Berikut ini sedikit penjelasannya.

Ilustrasi safe mode | Image by vector4stock on Magnific
Apa Itu Safe Mode
Safe Mode adalah mode diagnostik yang tersedia pada HP, laptop, dan perangkat lainnya. Mode ini menjalankan sistem dengan layanan, driver, dan aplikasi penting saja. Tujuannya adalah membantu Anda menemukan sumber masalah pada perangkat.
Lebih lanjut, saat mode ini aktif, beberapa fitur mungkin tidak dapat digunakan seperti biasa. Aplikasi pihak ketiga juga dapat dinonaktifkan sementara. Dengan kondisi tersebut, Anda dapat memeriksa apakah masalah berasal dari aplikasi, driver, atau konfigurasi sistem tertentu.
Jadi, dapat dikatakan bahwa mode ini sering digunakan saat perangkat mengalami gangguan. Contohnya saja seperti sering crash, sistem yang berjalan lambat, hingga perangkat yang gagal beroperasi seperti biasanya.
Baca juga: Downtime: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Fungsi Safe Mode pada HP dan Laptop
Mode ini dirancang untuk membantu proses troubleshooting. Pada saat memasuki fitur ini, Anda sebagai pengguna bisa dengan mudah mencari penyebab gangguan yang terjadi pada perangkat. Berikut ini beberapa fungsi safe mode baik pada HP dan laptop atau PC.
Pada HP
Mengidentifikasi aplikasi bermasalah: Membantu mengetahui apakah gangguan berasal dari aplikasi pihak ketiga.
Membantu troubleshooting: Mempermudah diagnosis karena sistem berjalan dengan komponen penting saja.
Pada PC atau Laptop
Mendeteksi driver bermasalah: Membantu menemukan driver yang menyebabkan error atau kegagalan sistem.
Membantu troubleshooting: Mempermudah diagnosis karena sistem berjalan dengan komponen penting saja.
Mendukung pemulihan sistem: Membantu mengakses Windows saat boot normal mengalami masalah.
Apakah Safe Mode Bisa Menghapus Data atau Aplikasi?
Lantas, saat sudah atau selepas memasuki mode ini, apakah Safe Mode bisa menghapus data atau aplikasi? Jawabannya adalah tidak. Hal ini karena mode ini tidak dirancang untuk menghapus data maupun aplikasi. Anda hanya akan dibatasi untuk mengakses layanan dan fitur tertentu agar proses “pemecahan masalah” dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Lebih lanjut, data Anda seperti foto, video, dokumen, hingga file pribadi akan tetap tersimpan saat mode ini aktif. Kemudian, Anda juga mungkin tidak bisa menggunakan beberapa aplikasi pihak ketiga untuk sementara waktu. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah gangguan berasal dari aplikasi tertentu atau dari sistem perangkat itu sendiri.
Lebih lanjut, saat perangkat Anda sudah meninggalkan mode ini, aplikasi dan fitur yang sebelumnya dinonaktifkan akan berjalan kembali seperti sedia kala. Jadi, Anda tidak perlu khawatir.
Walaupun begitu, safe mode tidak selalu dapat menyelesaikan masalah. Jika Anda masih menemukan gangguan atau masalah pada perangkat saat kembali ke mode normal, kemungkinan masih terdapat masalah lainnya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapan Safe Mode Diperlukan?
Bukan berarti setiap ada masalah berarti Anda harus memasuki mode ini. Hal ini karena safe mode biasanya digunakan saat perangkat mengalami gangguan yang sulit diidentifikasi penyebabnya. Berikut ini hal yang bisa Anda jadikan acuan kapan memerlukan fitur ini.
Pada HP
Aplikasi sering berhenti sendiri: Mode ini dapat membantu mengetahui apakah masalah berasal dari aplikasi pihak ketiga.
HP berjalan lebih lambat dari biasanya: Kondisi ini dapat membantu pengguna memeriksa apakah ada aplikasi yang memengaruhi kinerja perangkat.
Perangkat sering restart tanpa alasan yang jelas: Safe Mode dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan konflik aplikasi atau sistem.
Baterai cepat habis setelah memasang aplikasi tertentu: Pengguna dapat memeriksa apakah aplikasi tersebut menjadi penyebabnya.
Pada PC atau Laptop
Komputer gagal boot secara normal: Mode ini dapat membantu pengguna mengakses sistem untuk melakukan pemeriksaan awal.
Muncul Blue Screen of Death (BSOD): Mode ini dapat digunakan untuk mencari penyebab error pada sistem.
Driver baru menyebabkan masalah: Safe Mode memungkinkan pengguna melakukan rollback atau menghapus driver yang bermasalah.
Diduga terdapat malware pada perangkat: Mode ini dapat membantu proses pemeriksaan dan penanganan awal.
Sistem sering mengalami crash: Anda dapat memanfaatkan mode ini untuk mengidentifikasi sumber gangguan sebelum melakukan perbaikan lebih lanjut.

Ilustrasi safe mode pada HP | Image by freepik on Magnific
Safe Mode pada HP
Pada hp dengan sistem operasi Android, fitur ini dapat ditemukan di sebagian besar perangkat. Tentunya, seperti yang dijelaskan sebelumnya, kehadiran mode ini untuk mengidentifikasi masalah yang timbul berkaitan dengan aplikasi atau sistem. Berikut langkahnya jika Anda ingin memasuki mode ini.
Cara Masuk Safe Mode
Cara mengaktifkan Safe Mode di HP umumnya cukup mudah. Pada sebagian besar perangkat Android, pengguna dapat mengakses mode ini melalui menu daya.
Tekan dan tahan tombol Power hingga menu daya muncul.
Tekan dan tahan opsi Matikan Daya atau Power Off selama beberapa detik.
Pilih OK atau Restart ke Safe Mode jika muncul notifikasi.
Tunggu hingga perangkat melakukan restart.
Setelah menyala, tulisan Safe Mode biasanya akan muncul di bagian bawah layar.
Jika cara di atas tidak berhasil, periksa panduan resmi dari produsen perangkat. Contoh untuk perangkat Samsung (berlaku untuk beberapa tipe), Anda bisa masuk ke mode aman ini dengan cara berikut:
Cara Masuk Safe Mode Samsung:
Matikan handphone Anda seperti biasa.
Kemudian nyalakan kembali dengan menahan tombol Power.
Saat logo muncul di layar, lepaskan tombol Power dan segera tekan dan tahan tombol Volume Bawah.
Jangan berhenti menekan tombol Volume Bawah sampai perangkat Anda selesai booting.
Setelah masuk ke layar utama (Home), Anda dapat melihat tulisan “Safe Mode” di layar kiri bawah.
Anda juga dapat melihat notifikasi bertuliskan “Safe mode is on” pada bar notifikasi.
Anda bisa mengklik pada notifikasi ini jika ingin keluar atau mematikan safe mode dan kembali ke mode normal.
Perlu diingat, beberapa model dan versi Android menggunakan kombinasi tombol yang berbeda.
Cara Keluar dari Safe Mode
Lalu, setelah selesai mengidentifikasi masalah, bagaimana cara keluar dari Safe Mode di HP? Anda bisa melakukan langkah berikut ini.
Tekan dan tahan tombol Power.
Pilih Restart atau Mulai Ulang.
Tunggu hingga perangkat menyala kembali.
Pastikan tulisan Safe Mode sudah tidak muncul di layar.
Jika perangkat masih berada dalam mode ini, coba periksa tombol volume. Tombol yang macet terkadang dapat menyebabkan perangkat kembali masuk ke mode ini.

Ilutrasi safe mode | Image by freepik on Magnific
Safe Mode pada Laptop dan PC
Mode ini juga tersedia pada laptop dan PC. Pada perangkat berbasis Windows, mode ini sering digunakan untuk membantu proses diagnosis dan perbaikan sistem. Layaknya pada HP, menjalankan fitur ini berarti hanya menjalankan driver dan layanan penting saja. Berikut cara masuk dan keluar safe mode di Windows 10 dan 11.
Cara Masuk Safe Mode di Windows 10 dan Windows 11
Windows menyediakan beberapa cara untuk masuk ke Safe Mode. Salah satu metode yang paling umum adalah melalui menu Recovery.
Klik menu Start lalu pilih Settings.
Buka menu System lalu pilih Recovery.
Klik Restart Now pada bagian Advanced Startup.
Pilih Troubleshoot.
Klik Advanced Options lalu pilih Restart Now.
Setelah berada pada layar biru, klik Troubleshoot, lalu klik Advanced Options, lalu klik Restart.
Setelah perangkat menyala kembali, tekan tombol 4 atau F4 untuk masuk ke Safe Mode.
Setelah proses selesai, Windows akan berjalan dalam mode diagnostik dengan layanan dan driver penting saja.
Cara Keluar dari Safe Mode di Windows
Sama seperti cara pada hanphone, Anda bisa dengan mudah keluar dari mode ini dengan cara berikut.
Klik menu Start.
Pilih Power.
Klik Restart.
Tunggu hingga Windows kembali berjalan normal.
Jika perangkat masih masuk ke Safe Mode setelah restart, periksa konfigurasi startup melalui System Configuration atau MSConfig.
Jenis-Jenis Safe Mode di Windows
Windows menyediakan beberapa jenis Safe Mode untuk kebutuhan yang berbeda.
Safe Mode: Menjalankan Windows dengan driver dan layanan penting saja.
Safe Mode with Networking: Menambahkan dukungan jaringan dan internet. Mode ini berguna saat pengguna perlu mengunduh driver atau melakukan troubleshooting yang memerlukan koneksi jaringan internet.
Safe Mode with Command Prompt: Menjalankan Windows dengan Command Prompt sebagai antarmuka utama. Mode ini umumnya digunakan untuk kebutuhan administrasi dan perbaikan tingkat lanjut.
Penyebab Perangkat Masuk Safe Mode Secara Tiba-Tiba
Perangkat dapat masuk ke Safe Mode karena berbagai alasan. Penyebabnya dapat berasal dari aplikasi, sistem, maupun komponen perangkat keras. Berikut lebih detailnya.
Pada HP
Tombol volume macet: Beberapa perangkat Android dapat masuk ke Safe Mode jika tombol volume tertekan saat proses booting.
Aplikasi bermasalah: Aplikasi yang tidak kompatibel atau mengalami error dapat memicu gangguan pada sistem.
Konflik sistem: Pembaruan yang tidak berjalan dengan baik terkadang dapat menyebabkan perangkat masuk ke Safe Mode.
Kerusakan sistem operasi: File sistem yang rusak dapat memengaruhi proses startup perangkat.
Pada Laptop atau PC
Driver bermasalah: Driver yang tidak kompatibel atau gagal diperbarui dapat menyebabkan gangguan pada Windows.
Kerusakan file sistem: File sistem yang hilang atau rusak dapat memengaruhi proses booting.
Kesalahan konfigurasi startup: Pengaturan startup tertentu dapat membuat perangkat selalu masuk ke Safe Mode.
Gangguan perangkat keras: Kerusakan pada hard drive, SSD, RAM, atau komponen lainnya dapat memengaruhi stabilitas sistem.
Kapan Membutuhkan Dukungan IT Professional?
Safe Mode dapat membantu proses diagnosis awal. Namun, fitur ini tidak selalu mampu mengatasi akar masalah yang terjadi pada perangkat. Dalam lingkungan bisnis, gangguan yang terus terjadi secara terus menerus bisa mempengaruhi produktivitas dan tentunya operasional.
Karena itu, perusahaan Anda perlu mempertimbangkan dukungan IT profesional saat masalah tetap muncul setelah proses troubleshooting selesai. Beberapa kondisi yang mungkin bisa menjadi perhatian Anda yaitu,
Gangguan terus muncul meski perangkat sudah keluar dari Safe Mode.
Banyak perangkat mengalami masalah yang serupa dalam waktu yang bersamaan.
Perangkat gagal boot secara normal dan menghambat aktivitas pengguna.
Terdapat indikasi malware atau ancaman keamanan lainnya.
Tim internal memiliki keterbatasan waktu atau sumber daya untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Jadi itulah arti Safe Mode pada Laptop dan PC maupun pada HP beserta fungsi serta cara masuk dan keluar dari mode ini. Perlu diingat, tidak semua masalah perangkat bisa diselesaikan dengan mode ini. Jika gangguan terus terjadi dan mulai mempengaruhi produktivitas atau bahkan terjadi pada banyak perangkat sekaligus, bisa jadi perangkat Anda butuh penanganan yang lebih serius.
Jika perusahaan Anda membutuhkan dukungan untuk menjaga performa, keamanan, dan stabilitas infrastruktur IT, serahkan semuanya pada Netstar! Kami siap menjadi IT solutions terbaik untuk perusahaan Anda. Hubungi tim Netstar (netstar.id) sekarang untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya.



Comments