18 Jenis Bahasa Pemrograman yang Paling Banyak Digunakan serta Fungsinya
- Isyhari M

- Jul 27
- 8 min read
Website, aplikasi mobile, media sosial, hingga layanan perbankan digital sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Di balik berbagai teknologi tersebut, terdapat bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun dan menjalankan berbagai sistem ini.
Menariknya, banyaknya bahasa pemrograman yang ada saat ini ternyata memiliki fungsi dan keunggulannya masing-masing. Ada yang lebih cocok untuk membuat website, ada yang banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi mobile, kecerdasan buatan (AI), hingga sistem bisnis berskala besar.
Lantas, apa yang dimaksud dengan bahasa pemrograman? Apa saja fungsinya? Ada berapa banyak jenisnya? Dan, mengapa perlu menguasai banyak bahasa pemrograman di era yang serba digital ini? Untuk mendapatkan jawabannya, langsung saja kenalan dengan 18 jenisnya yang paling banyak digunakan beserta penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Ilustrasi jenis-jenis bahasa pemrograman | Image by fahmiruddinhidayat111198 on Magnific
Apa Itu Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman adalah sekumpulan aturan dan instruksi yang digunakan untuk memberi perintah kepada komputer agar dapat menjalankan tugas tertentu. Istilah ini juga sering disebut sebagai bahasa coding, terutama dalam percakapan sehari-hari.
Lebih lanjut, melalui bahasa ini manusia dapat berkomunikasi dengan komputer sehingga sebuah program, aplikasi, atau website dapat dibuat dan dijalankan sesuai kebutuhan.
Berbeda dengan pemrograman, pemrograman adalah proses membuat program, aplikasi, atau perangkat lunak menggunakan bahasa pemrograman. Dengan kata lain, bahasa pemrograman merupakan alat yang digunakan, sedangkan pemrograman adalah proses untuk memanfaatkannya dalam membangun sebuah sistem.
Lalu, apa yang menjadi alasan mengapa banyak sekali bahasa pemrograman? Alasannya, setiap bahasa dirancang untuk tujuan yang berbeda. Ada yang lebih cocok untuk membuat website, ada yang dikembangkan untuk aplikasi mobile, artificial intelligence (AI), hingga sistem bisnis.
Fungsi Bahasa Pemrograman
Dari banyaknya bahasa pemrograman yang ada, semuanya dirancang untuk membantu developer membangun perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan. Meskipun memiliki fungsi yang berbeda-beda, secara umum digunakan untuk berbagai tujuan berikut ini.
Membuat website dan aplikasi web: Digunakan untuk mengembangkan website, toko online, portal berita, hingga sistem berbasis web yang dapat diakses melalui browser.
Mengembangkan aplikasi mobile: Berperan dalam pembuatan aplikasi untuk perangkat Android maupun iPhone, mulai dari aplikasi perbankan hingga media sosial.
Membangun sistem bisnis: Banyak perusahaan memanfaatkan bahasa pemrograman untuk mengembangkan sistem seperti ERP, CRM, HRIS, aplikasi kasir, hingga sistem manajemen inventaris.
Mengolah data dan mengembangkan AI: Digunakan untuk analisis data, otomatisasi pekerjaan, machine learning, serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Mengembangkan sistem operasi dan layanan cloud: Beberapa bahasa dirancang untuk membangun perangkat lunak yang membutuhkan performa tinggi, termasuk sistem operasi, server, dan layanan cloud.
Mengelola database: Digunakan untuk menyimpan, mengubah, mencari, dan mengelola data agar dapat digunakan oleh aplikasi maupun sistem bisnis.
18 Jenis Bahasa Pemrograman Serta Fungsinya
Tidak ada satu bahasa yang dapat dianggap paling baik untuk semua kebutuhan. Namun, bahasa pemrograman apa saja yang paling banyak digunakan saat ini? Berikut adalah 18 jenis bahasa pemrograman yang dikelompokkan berdasarkan bidang penggunaannya agar lebih mudah dipahami.
Website & Web Development
Salah satu hasil pemrograman yang paling sering digunakan saat ini adalah website dan aplikasi berbasis web. Setiap bahasa dalam kategori ini memiliki keunggulan yang berbeda, mulai dari membuat tampilan website yang interaktif hingga mengembangkan sistem yang berjalan di sisi server. Berikut bahasa pemrograman untuk website dan web development.

Ilustrasi bahasa pemrograman JavaScript | Image by vectorjuice on Magnific
1. JavaScript
Yang pertama ada JavaScript. Bahasa ini merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling populer untuk pengembangan website. Biasanya, JavaScript digunakan untuk membuat halaman web menjadi lebih interaktif, misalnya menampilkan animasi, memvalidasi formulir, atau memperbarui konten tanpa perlu memuat ulang halaman. Selain digunakan untuk membuat tampilan website yang interaktif, bahasa ini juga dapat digunakan untuk membangun berbagai fungsi utama pada website. Hal ini membuat JavaScript menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi web modern.
2. TypeScript
Selanjutnya ada TypeScript. Hadirnya bahasa ini merupakan bagian dari pengembangan JavaScript dengan menambahkan fitur yang membantu pengembang mengelola kode dalam proyek yang lebih besar. Lebih lanjut, bahasa ini digunakan untuk membangun aplikasi web yang kompleks karena lebih mudah dipelihara dan mengurangi risiko kesalahan saat proses pengembangan. Oleh karena itu, TypeScript kini semakin banyak digunakan dalam proyek berskala menengah hingga besar.
3. PHP
Salah satu contoh bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk mengembangkan website dan aplikasi berbasis web selanjutnya adalah PHP. Bahasa ini dikenal luas karena menjadi dasar berbagai sistem manajemen konten (CMS), termasuk WordPress. Selain mudah dipelajari, PHP juga didukung oleh banyak layanan web hosting sehingga masih menjadi pilihan bagi perusahaan maupun developer dalam membangun website.
4. Ruby
Meskipun popularitasnya tidak sebesar JavaScript atau PHP, Ruby masih digunakan oleh berbagai perusahaan yang membutuhkan proses pengembangan aplikasi secara cepat dan efisien. Ruby adalah bahasa pemrograman yang dirancang untuk membantu developer menulis kode dengan lebih sederhana dan mudah dipahami. Bahasa ini banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi web, terutama melalui framework Ruby on Rails.
Mobile Development
Karena perangkat mobile telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, pengembangan aplikasi Android maupun iPhone membutuhkan bahasa pemrograman yang dirancang khusus agar dapat memberikan performa dan pengalaman pengguna yang optimal. Berikut adalah bahasa yang digunakan untuk melakukan pengembangan aplikasi di kedua sistem operasi ini.
5. Kotlin
Untuk pengembangan aplikasi Android, Kotlin adalah salah satunya. Bahasa ini menawarkan sintaks yang lebih ringkas dibandingkan Java sehingga proses pengembangan menjadi lebih efisien. Saat ini, banyak aplikasi Android modern memanfaatkan Kotlin karena mudah dipelajari, aman digunakan, dan didukung secara resmi oleh Google.
6. Swift
Untuk perangkat Apple, ada bahasa pemrograman Swift. Bahasa ini dikembangkan oleh Apple untuk membangun aplikasi pada perangkat berbasis iOS, iPadOS, macOS, watchOS, dan tvOS. Bahasa ini dirancang agar memiliki performa tinggi sekaligus mudah dipelajari oleh developer. Berbagai aplikasi yang tersedia di iPhone dan iPad saat ini umumnya dikembangkan menggunakan Swift.
7. Dart
Sementara itu, Dart menjadi pilihan bagi developer yang ingin mengembangkan aplikasi Android maupun iPhone menggunakan satu basis kode yang sama. Bahasa ini dikembangkan oleh Google dan menjadi dasar framework Flutter. Dengan Dart, proses pengembangan aplikasi lintas platform menjadi lebih praktis karena kode yang dibuat dapat digunakan untuk berbagai sistem operasi.
AI & Data Science
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data membuat kebutuhan akan bahasa pemrograman terus berkembang. Setiap bahasa dalam kategori ini memiliki keunggulan yang berbeda, mulai dari mengolah data dalam jumlah besar hingga membangun model machine learning dan AI.

Ilustrasi bahasa pemrograman Python dalam aplikasi Visual Studio Code | Image by Riku Lu on Unsplash
8. Python
ika berbicara tentang AI dan analisis data, Python hampir selalu menjadi pilihan utama. Bahasa ini dikenal karena sintaksnya yang sederhana serta didukung oleh banyak pustaka untuk machine learning, data science, hingga otomatisasi. Selain digunakan oleh data scientist, Python juga banyak dipelajari oleh pemula karena mudah dipahami dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengembangan.
9. R
Fokus utama R adalah mengolah data dan melakukan analisis statistik. Karena memiliki banyak paket untuk visualisasi data dan perhitungan statistik, bahasa ini sering digunakan oleh peneliti, akademisi, maupun analis data. Meskipun tidak sepopuler Python, R tetap menjadi pilihan dalam bidang yang membutuhkan analisis data secara mendalam.
10. Julia
Ketika performa komputasi menjadi prioritas, Julia menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Bahasa ini dikembangkan untuk menangani perhitungan numerik dan analisis data dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, Julia mulai banyak digunakan dalam penelitian ilmiah, simulasi, hingga pengembangan AI yang membutuhkan proses komputasi yang kompleks.
Enterprise Applications
Perusahaan umumnya membutuhkan sistem yang mampu menangani banyak pengguna, data dalam jumlah besar, serta proses bisnis yang terus berjalan. Karena itu, bahasa pemrograman pada kategori ini dikenal stabil dan banyak digunakan untuk membangun aplikasi bisnis berskala menengah hingga besar.
11. Java
Selama bertahun-tahun, Java menjadi salah satu pilihan utama dalam pengembangan aplikasi bisnis. Banyak sistem ERP, aplikasi perbankan, hingga platform e-commerce dikembangkan menggunakan bahasa ini karena dikenal stabil dan dapat digunakan pada berbagai sistem operasi. Hingga kini, Java masih menjadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di lingkungan perusahaan.
12. C#
Bagi perusahaan yang menggunakan ekosistem Microsoft, C# (dibaca C Sharp) menjadi salah satu bahasa yang paling sering dipilih. Bahasa ini banyak digunakan untuk mengembangkan aplikasi desktop, aplikasi web, layanan cloud, hingga sistem bisnis berbasis .NET. Dukungan yang kuat dari Microsoft membuat C# tetap menjadi pilihan dalam pengembangan aplikasi enterprise modern.
System Programming & Cloud
Di balik sistem operasi, layanan cloud, hingga berbagai perangkat lunak yang membutuhkan performa tinggi, terdapat bahasa pemrograman yang dirancang untuk bekerja secara cepat dan stabil. Berikut ini adalah bahasanya.
13. C
C merupakan salah satu bahasa pemrograman tertua yang dikembangkan oleh Dennis Ritchie di Bell Labs. Hingga saat ini, bahasa tersebut masih digunakan untuk mengembangkan sistem operasi, driver perangkat keras, hingga perangkat lunak yang membutuhkan akses langsung ke sumber daya komputer. Meski sama-sama diawali huruf "C", bahasa ini berbeda dengan C++ maupun C#.
14. C++
C++ dikembangkan oleh Bjarne Stroustrup sebagai pengembangan dari bahasa C. Dibandingkan pendahulunya, C++ menawarkan fitur yang lebih lengkap sehingga cocok digunakan untuk membangun aplikasi dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Bahasa ini banyak digunakan dalam pengembangan game, aplikasi desktop, perangkat lunak teknik, hingga mesin grafis.
15. Go
Dikembangkan oleh Google, Go dikenal sebagai bahasa pemrograman yang sederhana sekaligus memiliki performa tinggi. Go banyak digunakan untuk membangun layanan cloud, server, API, hingga aplikasi yang harus melayani banyak pengguna secara bersamaan. Kemudahan dalam mengelola proses secara paralel menjadi salah satu alasan bahasa ini semakin populer.
16. Rust
Dalam beberapa tahun terakhir, Rust semakin banyak mendapat perhatian di kalangan developer. Bahasa ini menawarkan performa tinggi sekaligus membantu mengurangi risiko kesalahan yang berkaitan dengan pengelolaan memori. Oleh karena itu, Rust mulai digunakan dalam pengembangan sistem operasi, layanan cloud, hingga berbagai aplikasi yang mengutamakan keamanan dan keandalan.
Database
Hampir setiap aplikasi membutuhkan tempat untuk menyimpan dan mengelola data. Untuk kebutuhan tersebut, SQL menjadi bahasa yang paling banyak digunakan dalam pengelolaan database.
17. SQL
Berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya, SQL (Structured Query Language) merupakan bahasa yang dirancang khusus untuk mengelola database. SQL digunakan untuk menambah, mencari, mengubah, maupun menghapus data yang tersimpan di dalam database. Hampir semua aplikasi modern memanfaatkan SQL sebagai bagian dari sistem penyimpanan data.
Scripting, Embedded Systems & Game Development
Selain digunakan untuk membangun aplikasi atau website, beberapa bahasa dikembangkan untuk kebutuhan yang lebih spesifik. Salah satunya adalah Lua yang dikenal ringan dan mudah diintegrasikan ke berbagai perangkat lunak.
18. Lua
Berbeda dengan kebanyakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun aplikasi dari awal, Lua lebih sering dimanfaatkan sebagai bahasa scripting yang ditanamkan ke dalam aplikasi atau game untuk menambahkan fitur tertentu.
Bahasa ini dikembangkan oleh Roberto Ierusalimschy, Luiz Henrique de Figueiredo, dan Waldemar Celes di Pontifical Catholic University of Rio de Janeiro (PUC-Rio), Brasil. Selain digunakan pada berbagai game, Lua juga banyak dimanfaatkan pada perangkat embedded serta aplikasi yang membutuhkan bahasa dengan ukuran ringan dan proses yang cepat.
Apakah Semua Bahasa Pemrograman Masih Relevan?
Ya, sebagian besar bahasa pemrograman yang digunakan hingga saat ini masih relevan. Namun, tingkat penggunaannya dapat berbeda tergantung pada kebutuhan, perkembangan teknologi, dan industri yang menggunakannya. Ada bahasa yang terus berkembang mengikuti tren baru, sementara ada pula yang tetap dipertahankan karena telah menjadi bagian dari sistem yang sudah berjalan selama bertahun-tahun.
Sebagai contoh, Python semakin populer berkat perkembangan AI dan data science. Di sisi lain, Java, PHP, maupun C masih banyak digunakan karena menjadi fondasi berbagai aplikasi dan sistem yang digunakan oleh perusahaan di seluruh dunia. Sementara itu, bahasa seperti Go dan Rust mulai banyak dipilih untuk proyek baru yang membutuhkan performa tinggi dan keandalan.
Itulah jenis-jenis bahasa pemrograman yang populer digunakan beserta fungsinya masing-masing. Dari pembahasan tersebut juga dapat dipahami bahwa Anda tidak harus menguasai semua bahasa pemrograman sekaligus. Yang lebih penting adalah memahami fungsi masing-masing dan memilih bahasa yang sesuai dengan tujuan, baik untuk mengembangkan website, aplikasi mobile, AI, maupun sistem bisnis.
Jika bisnis Anda membutuhkan website, aplikasi, sistem perusahaan, atau infrastruktur IT yang andal, pastikan semuanya didukung oleh solusi teknologi yang tepat. Melalui layanan managed service IT dari Netstar, Anda dapat memperoleh dukungan dalam mengelola dan mengoptimalkan infrastruktur IT agar operasional bisnis berjalan lebih aman, stabil, dan efisien. Hubungi tim Netstar (netstar.id) sekarang untuk informasi layanan selengkapnya.



Comments