Frekuensi UHF dan VHF: Pengertian, Perbedaan, dan Pengaruhnya pada Siaran Televisi
- Isyhari Maheswar

- 21 hours ago
- 4 min read
Ketika menonton tv, mungkin Anda sering melihat istilah UHF atau VHF. Ternyata, istilah ini merujuk pada dua jenis gelombang radio yang sering digunakan dalam sistem penyiaran televisi.
Kedua gelombang ini memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan inilah yang akhirnya mempengaruhi hasil kualitas gambar yang ditayangkan. Tidak sampai di situ, baik frekuensi UHF dan VHF juga memiliki jangkauan sinyal yang berbeda hingga penggunaan antena yang berbeda pula.
Dalam dunia penyiaran, istilah ultra high frequency dan VHF sering muncul saat membahas antena maupun siaran TV digital. Meski sama-sama termasuk spektrum gelombang radio, frekuensi UHF dan VHF memiliki rentang dan kemampuan rambat yang berbeda. Berikut ini informasi mengenai apa itu UHF dan perbedaannya dengan VHF.

Ilustrasi televisi tanpa sinyal | Photo by KoolShooters on Pexels
Apa Itu UHF (Ultra High Frequency)?
Ultra high frequency atau UHF adalah bagian dari spektrum gelombang radio dengan rentang frekuensi sekitar 300 MHz hingga 3 GHz. Dalam konteks televisi, frekuensi UHF umumnya digunakan untuk siaran TV modern karena mampu membawa data dalam jumlah besar dengan kualitas yang lebih stabil.
Frekuensi UHF memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dibandingkan VHF. Hal ini membuat antena UHF cenderung lebih kecil dan praktis digunakan, terutama di area perkotaan. Selain untuk televisi, frekuensi ini juga banyak dimanfaatkan dalam komunikasi radio, sistem keamanan, hingga jaringan nirkabel tertentu.
Apa Itu VHF (Very High Frequency)?
Berbeda dengan UHF, VHF memiliki urutan satu tingkat di bawah. Very High Frequency atau VHF adalah gelombang radio dengan rentang sekitar 30 MHz hingga 300 MHz. Pada masa televisi analog, VHF cukup populer karena mampu menjangkau wilayah yang luas dengan daya pancar relatif stabil. Frekuensi ini memiliki panjang gelombang lebih besar dibandingkan frekuensi UHF.
Karena panjang gelombangnya lebih besar, antena VHF biasanya memiliki ukuran lebih panjang. VHF juga sering digunakan untuk komunikasi maritim, radio FM, serta komunikasi penerbangan. Meskipun kini siaran TV digital lebih banyak memanfaatkan frekuensi UHF, VHF tetap digunakan dalam beberapa sistem komunikasi tertentu.
Baca juga: Apakah TV Digital Perlu Set Top Box

Ilustrasi antena televisi | Photo by wirestock on Freepik
Perbedaan UHF dan VHF
Meskipun sama-sama digunakan dalam sistem penyiaran, perbedaan UHF dan VHF terletak pada rentang frekuensi, jangkauan, kualitas gambar, serta penggunaannya pada televisi analog dan digital. Bagi Anda yang ingin memutuskan menggunakan antena yang tepat, memahami perbedaan ini bisa menjadi panduannya.
Rentang Frekuensi
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, perbedaan UHF dan VHF ada pada rentang frekuensinya. Frekuensi UHF berada pada kisaran 300 MHz hingga 3 GHz, sedangkan VHF berada di rentang 30 MHz hingga 300 MHz. Rentang yang lebih tinggi memungkinkan UHF membawa lebih banyak data dalam satu waktu.
Karena itulah, dalam perkembangan teknologi penyiaran modern, frekuensi UHF lebih banyak dipilih untuk siaran digital. Sementara itu, VHF lebih identik dengan sistem siaran lama atau komunikasi radio tertentu yang tidak membutuhkan kapasitas data besar.
Jangkauan dan Daya Tembus
Dari sisi jangkauan, VHF umumnya mampu menjangkau area lebih luas dengan hambatan yang relatif kecil. Gelombang VHF lebih mudah merambat di area terbuka dan perdesaan. Sebaliknya, UHF memiliki daya tembus yang lebih baik terhadap bangunan dan struktur padat.
Inilah sebabnya UHF lebih efektif digunakan di wilayah perkotaan yang memiliki banyak gedung tinggi. Jika Anda tinggal di kota besar, penggunaan antena dengan dukungan UHF biasanya memberikan hasil yang lebih stabil dibandingkan VHF.
Kualitas Gambar
Perbedaan selanjutnya terletak pada kualitas gambar yang dihasilkan. Karena berada pada frekuensi yang lebih tinggi, UHF mampu membawa sinyal digital dengan lebih optimal sehingga menghasilkan gambar lebih jernih dan minim gangguan.
Pada sistem analog, gangguan pada VHF sering terlihat dalam bentuk gambar berbayang atau bersemut. Sementara pada siaran digital berbasis frekuensi UHF, gangguan biasanya berupa gambar yang hilang total jika sinyal terlalu lemah.
Penggunaan pada TV Analog dan Digital
Pada era televisi analog, baik UHF dan VHF sama-sama digunakan untuk menyalurkan siaran. Namun, sejak migrasi ke sistem digital, sebagian besar stasiun televisi beralih menggunakan frekuensi UHF karena kapasitas transmisinya lebih efisien.
Siaran TV digital membutuhkan spektrum yang mampu membawa data dalam jumlah besar secara stabil. Oleh karena itu, UHF menjadi pilihan utama dalam sistem penyiaran modern, sementara VHF kini lebih jarang digunakan untuk siaran televisi komersial.
Baca juga: Perbedaan Smart TV dan Android TV

Ilustrasi televisi berbayang atau semut | Photo by Fran Jacquier on Unsplash
Kelebihan dan Kekurangan UHF
Frekuensi UHF banyak digunakan dalam sistem penyiaran modern karena mendukung kebutuhan transmisi digital yang stabil. Namun, di balik keunggulannya, tetap ada beberapa keterbatasan yang perlu Anda pertimbangkan. Berikut kelebihan dan kekurangannya.
Kualitas Gambar Lebih Stabil pada TV Digital: Frekuensi UHF mampu membawa data dalam jumlah besar sehingga sangat cocok untuk siaran televisi digital. Jika sinyal diterima dengan baik, gambar akan terlihat jernih, tajam, dan minim gangguan. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa sistem TV digital modern lebih banyak menggunakan UHF dibandingkan VHF.
Daya Tembus Baik di Area Perkotaan: Gelombang UHF memiliki kemampuan menembus bangunan dan struktur padat dengan lebih efektif. Bagi Anda yang tinggal di kawasan dengan banyak gedung atau rumah berdempetan, penggunaan antena UHF biasanya memberikan hasil penerimaan sinyal yang lebih stabil dibandingkan frekuensi yang lebih rendah.
Jangkauan Lebih Pendek di Wilayah Terbuka: Dibandingkan VHF, UHF cenderung memiliki jangkauan yang lebih terbatas di area terbuka luas seperti pedesaan atau perbukitan. Jika jarak dari pemancar cukup jauh, kualitas sinyal dapat menurun lebih cepat sehingga membutuhkan antena tambahan atau penguat sinyal agar tetap optimal.
Lebih Sensitif terhadap Hambatan Jarak Jauh: Karena berada pada frekuensi lebih tinggi, gelombang UHF dapat mengalami pelemahan sinyal lebih signifikan saat menempuh jarak yang sangat jauh tanpa penguatan. Dalam kondisi tertentu, hal ini bisa menyebabkan gambar hilang total pada sistem digital apabila sinyal tidak cukup kuat.
Baca juga: Apa Itu IPTV
Itulah informasi mengenai dua frekuensi yang paling sering digunakan dalam sistem penyiaran televisi. Memilih antara UHF dan VHF memang bergantung pada banyak faktor, mulai dari lokasi rumah, jarak pemancar, hingga jenis antena yang digunakan.
Jika Anda masih merasa bingung menentukan pilihan terbaik atau sering mengalami kendala sinyal, menggunakan layanan tv untuk rumah berbasis pay TV salah satunya dari Netstar (netstar.id). Berlangganan pay tv bisa menjadi solusi yang lebih praktis. Dengan sistem yang lebih stabil dan minim gangguan frekuensi, Anda dapat menikmati tayangan yang lebih jernih tanpa perlu repot memikirkan perbedaan teknis antara UHF dan VHF. Hubungi tim Netstar sekarang untuk informasi lebih lanjut!



Comments